Selasa, 16 Februari 2010

di taiwan koro pedang dihargai 1,5 juta per kg

kacang koro BAIFENG atau paifeng bikin sensasi di Taiwan. Setelah disebut-sebut mengandung zat antikanker, kacang koro polong yang di Indonesia dikenal dengan nama kacang koro parang atau kacang koro pedang itu harganya di Taiwan kini melonjak 145 kali, dari US$1 menjadi US $ 145 per kilogram. Itu berarti setara dengan Rp 1,5 juta, harga sebuah televisi 17 inci.

Adalah ahli gizi dari National Taiwan University Hospital dan Taipei Medical College, Prof. Tung Ta Chen, yang membuat paifeng (Canavalia ensiformis atau jack bean) diperebutkan orang. Kisahnya bermula dari berita di harian China News edisi 24 September 1998, media tempat Prof. Tung mengungkapkan hasil penelitiannya terhadap 20 orang pasien.

Selama sepekan, para pasien diberi satu miligram Concanavaline A — disingkat Con A — setiap hari. Con A merupakan lektin tumbuhan yang berasal dari sari kacang koro baifeng. Zat tersebut bisa mengaktifkan sel antikanker atau sel-T pada tubuh manusia. Dan memang, jumlah sel-T di badan 20 pasien itu meningkat drastis. Akibatnya, tentu saja kekebalan tubuh mereka terhadap serangan kanker menjadi semakin tinggi.

Sejak itulah, kacang koro baifeng dipercaya dapat mencegah kanker. Masyarakat Taiwan pun memburunya. Namun, benarkah kacang koro yang panjangnya dua sentimeter–hampir dua kali kacang koro kedelai–dan berwarna putih dengan setrip merah itu sedemikian ampuh membabat sel kanker?

Departemen kesehatan Taiwan menyatakan bahwa manfaat kacang koro baifeng masih perlu diteliti lebih lanjut dan diuji coba secara klinis. Prof. Tung juga memastikan bahwa kacang koro tersebut hanya manjur untuk mencegah kanker, bukan menyembuhkannya.

Ternyata, bagi banyak orang Indonesia, kacang koro baifeng bukanlah barang asing. Tanaman kacang koro yang dulunya didatangkan dari Amerika itu banyak ditemukan di daerah Jawa, Sumatra, dan Maluku. Ia dikenal dengan nama kacang koro parang, kacang koro pedang, atau koro bendo. Tanaman itu tumbuh liar, batangnya merambat satu sampai dua meter. Bunganya berwarna merah keungu-unguan. Meski aromanya kurang sedap, penduduk acap merebus daun muda tanaman kacang koro parang tersebut untuk pelengkap lauk nasi.

Tapi jangan coba-coba untuk langsung mengonsumsi biji kacang koro parang. Sebab, “Ia mengandung racun sianida,” ujar Nisyawati, Ph.D., Staf Pengajar dan Peneliti dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia. Beberapa buku, di antaranya Tumbuhan Berguna Indonesia II dan Taxonomy of Angiosperms, juga tak pernah menyebut-nyebut khasiat kacang koro parang sebagai penangkal penyakit kanker. Buku Medical Herb Index Indonesia hanya menyatakan bahwa kacang koro tersebut bisa digunakan sebagai obat asma, demam, dan penyakit eksim.

Mungkin karena itu pula, Nisyawati dan ahli pengobatan tradisional Prof. H.M. Hembing Wijayakusuma mengaku terkejut atas penemuan Prof. Tung. Memang sampai kini belum ada penelitian di Indonesia tentang kegunaan kacang koro parang bagi kesehatan. Dari keluarga tanaman kacang koro-kacang koroan, menurut Hembing, yang pernah diteliti dan terbukti berpotensi mengandung zat antikanker barulah kacang koro buncis. Tumbuhan lain yang juga biasa digunakan Hembing untuk mengobati pasien pengidap kanker adalah sambiloto.

Hembing, yang memahami khasiat berbagai tumbuhan, meragukan keampuhan kacang koro parang dalam membasmi kanker. Lagi pula, belum ada penelitian yang memastikan bahwa dengan mengonsumsi kacang koro parang, orang bisa terhindar dari penyakit yang mengerikan itu.

Bagaimanapun, penelitian Prof. Tung tampaknya bisa dijadikan acuan sementara untuk merangsang penelitian kacang koro pedang di sini. Atau penelitian terhadap tumbuhan lain yang banyak tumbuh liar di hutan tropis Indonesia, dan khasiatnya bisa dikembangkan lebih dari yang sekadar diketahui oleh penduduk asli di Kalimantan ataupun Irian.

http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/1998/10/13/ILT/mbm.19981013.ILT95842.id.html

http://koropedang.wordpress.com

Bacalah Juga Artikel Terkait :

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | coupon codes